Peradi Sarankan KY Periksa Putusan

Sejumlah pengurus Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) memenuhi undangan Komisi Yudisial (KY) untuk memberi masukan terhadap proses seleksi calon hakim agung yang kini tengah berlangsung. Mereka diterima Ketua KY Eman Suparman bersama beberapa Komisioner dan staf ahli di Gedung KY, Kamis (7/7), di Jakarta.

 

Ketua Umum DPN Peradi Otto Hasibuan mengaku telah memberi masukan dalam bentuk konsep bagaimana seleksi calon hakim agung dilakukan. “Kita memberi masukan agar KY benar-benar bisa menyeleksi putusan selama si calon menjadi hakim di tingkat pertama dan banding,” kata Otto usai pertemuan.

 

Ia mencontohkan jika seorang hakim telah memutus sepuluh perkara, namun sembilan putusan diantaranya dibatalkan Mahkamah Agung (MA) di tingkat kasasi, tentunya yang bersangkutan tidak layak menjadi hakim agung. Menurutnya, dari putusan ini juga dapat dilihat kemampuan calon yang bersangkutan.

 

“Dari putusan ini juga dapat dilihat kemampuan/keahlian calon dalam memutus perkara yang sejalan dengan sistem kamar yang akan diterapkan di MA. Jika si calon keahliannya di bidang hukum pidana, maka jika dia terpilih harus menangani kasus-kasus pidana. Jangan sampai hakim agung pidana atau agama menangani perkara lain,” kata Otto mengingatkan.

 

Wakil Ketua DPN Peradi Luhut M Pangaribuan mengatakan penilaian putusan masing-masing calon hakim agung untuk melihat penguasaan calon terhadap perkara yang pernah ditangani. Sebab, jika calon pernah memutus perkara yang tidak dikuasai akan berakibat fatal.

 

“Jadi kita tidak hanya melihat putusan yang berbau unsur suap, tetapi juga harus dilihat kualitas putusan si calon apakah dia benar-benar menguasai perkara yang diputus itu atau tidak?” kata Luhut. “Apalagi kalau bisa dibuktikan putusan itu karena suap.”

 

Sementara untuk calon nonkarir, menurut Luhut, harus dilihat motivasi si calon yang bersangkutan untuk menjadi hakim agung. “Jika dia pernah menjadi pejabat tinggi, mau menjadi hakim agung, harus dilihat motivasi apa? Jangan-jangan motivasinya tidak baik. Atau saat dia kuliah dengan bidang keahlian tertentu, tetapi semasa karirnya dia menekuni bidang lain, berarti dia sebenarnya tidak mempunyai kapasitas menjadi hakim agung,” jelasnya.
Dalam rangka ini, Otto juga akan meminta bantuan anggota Peradi di daerah terkait track record masing-masing calon hakim agung. Selanjutnya pekan depan, pihaknya akan memberikan data track record calon hakim agung yang didapat kepada KY.

 

“Beberapa calon mungkin pernah jadi hakim di daerah, teman-teman di daerah mungkin pernah punya pengalaman. Untuk nonkarir, Peradi juga punya kerjasama dengan perguruan tinggi negeri/swasta di seluruh Indonesia, nanti kita minta bantuan mereka untuk memberikan masukan,” kata Otto.

 

Juru bicara KY Asep Rahmat Fajar mengakui bahwa pihaknya sengaja mengundang Peradi untuk meminta masukan terkait track record calon hakim agung. “Selain menampung masukan masyarakat, kita juga meminta bantuan secara aktif kepada pihak-pihak terkait, seperti kemarin kita meminta bantuan kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), minggu depan mungkin KPK, civil society, perguruan tinggi,” kata Asep.

 

Menurutnya, upaya ini dilakukan dalam rangka melengkapi data investigasi tertutup yang dilakukan KY atau laporan masyarakat yang masuk. “Yang pasti kita dapat masukan cukup banyak dan bermanfaat baik itu masukan konsep seleksi maupun informasi seputar calon hakim agung,” akunya.

 

Seperti diketahui, setelah dinyatakan lolos seleksi tahap II, 45 calon hakim agung kini tengah diinvestigasi secara terbuka sebelum memasuki seleksi tahap III yakni seleksi pembekalan, pemeriksaan kesehatan, dan wawancara akhir yang dijadwalkan pada 13 Juli hingga 26 Juli 2011. Nantinya, KY diharapkan dapat menjaring 30 nama untuk diserahkan ke DPR pada 1 Agutus 2011 untuk mengikuti fit and proper test

Tinggalkan komentar

Filed under OPINI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s